Page 13 - Modul Trigonometri
P. 13
2. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku
Trigonometri berasal dari bahasa Yunani, trigonon
artinya tiga sudut, dan metro artinya mengukur. Ilmuwan
Yunani di masa Helenistik, Hipparchus (190 B.C. – 120
B.C.) diyakini adalah orang yang pertama kali
menemukan teori tentang trigonometri dari
keingintahuannya akan dunia. Matematikawan Yunani
lainnya, Ptolemy sekitar tahun 100 mengembangkan
perhitungan trigonometri lebih lanjut. Matematikawan
Silesia Bartholemacus Pitiskus menerbitkan sebuah
karya yang berpengaruh tentang trigonometri pada 1595 Hippachus
dan memperkenalkan kata ini ke dalam bahasa Inggris dan (190 B.C. - 120 B.C.)
Perancis.
Adapun rumusan sinus, cosinus, juga tangen diformulasikan oleh Surya
Siddahanta, ilmuan India yang dipercaya hidup sekitar abad 3 SM. selebihnya teori
tentang Trigonometri disempurnakan oleh ilmuan-ilmuan lain di jaman berikutnya.
Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki
Pada peradaban kehidupan budaya
Dayak, kajian mengenai trigonometri sudah
tercermin dari berbagai ikon kehidupan mereka.
Misalnya, para arsitekturnya sudah menerapkan
keseimbangan bangunan pada rumah adat
yang mereka ciptakan.
Rumah adat tersebut berdiri kokoh
sebagai hasil hubungan yang tepat antara besar
sudut yang dikaitkan dengan panjang sisi-
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki
sisinya. Apakah para Arsitektur tersebut
mempelajari trigonometri juga? Gambar 5. Rumah adat suku Dayak
Pada subbab ini, akan dipahami konsep perbandingan trigonometri pada suatu segitiga
siku-siku.
TRIGONOMETRI KELAS X 4

