Page 12 - Modul Trigonometri
P. 12
Dalam kajian geometris, sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal (initial
side) ke sisi akhir (terminal side). Selain itu, arah putaran memiliki makna sudut. Suatu
sudut bertanda “positif” jika arah putarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam,
dan bertanda “negatif” jika arah putarannya searah dengan putaran jarum jam. Arah
putaran sudut juga dapat diperhatikan pada posisi sisi akhir terhadap sisi awal. Untuk
memudahkannya, mari kita cermati deskripsi berikut ini.
Sisi awal
Sisi akhir
Sisi awal Sisi akhir
b. Sudut bertanda positif a. Sudut bertanda negatif
Gambar 3. Sudut berdasarkan arah putaran
Dalam koordinat kartesius, jika sisi awal berimpit dengan sumbu x dan sisi terminal
+ terletak pada salah satu kuadran pada koordinat kartesius, disebut sudut standar
(baku). Jika sisi akhir berada pada salah satu sumbu pada koordinat tersebut, sudut yang
seperti ini disebut pembatas kuadran, yaitu 0 , 90 , 180 , 270 , dan 360
Sebagai catatan bahwa untuk menyatakan suatu sudut, lazimnya menggunakan
huruf-huruf Yunani, seperti α (alpha), β (betha), γ (gamma), θ(tetha) juga menggunakan
huruf-huruf kapital, seperti A, B, C, dan D. Selain itu, jika sudut yang dihasilkan sebesar α,
maka sudut β disebut sudut koterminal, seperti yang dideskripsikan pada gambar dibawah
ini.
90
Kuadran II Kuadran I
90 180 0 90
α
270 0
β
Kuadran III Kuadran IV
180 270 270 360
180
a. Sudut baku koterminal b. Besar sudut pada setiap kuadran
TRIGONOMETRI KELAS X 3

