Page 15 - E-Modul Interaktif Sistem Starter Kendaraan Ringan Menggunakan Problem Based Learning
P. 15
2.1.1 Fungsi Sistem Starter
Sistem starter adalah komponen penting yang diperlukan untuk
menghidupkan mesin kendaraan, karena mesin tidak dapat mulai hidup
dengan sendirinya. Sistem ini biasanya menggunakan motor listrik yang
digabungkan dengan magnetic switch untuk memindahkan pinion gear ke
flywheel yang terpasang pada flywheel. Proses ini memutar poros engkol,
sehingga mesin dapat berfungsi.
Motor starter dirancang untuk menghasilkan momen yang besar
meskipun hanya menggunakan tenaga kecil dari baterai. Umumnya, motor
yang digunakan adalah motor seri DC, yang memiliki ukuran kompak.
Kecepatan putar minimum yang diperlukan bervariasi, dengan kisaran 40-60
rpm untuk mesin bensin dan 80-100 rpm untuk mesin diesel.
Motor starter juga dilengkapi dengan magnetic switch yang mengatur
hubungan antara pinion gear dan flywheel, memastikan bahwa pinion gear
dapat terhubung dan terlepas dengan tepat. Dengan demikian, fungsi utama
dari sistem starter adalah untuk memutar flywheel pada kecepatan tertentu
agar mesin dapat dihidupkan.
Gambar 1. Tata Letak Sistem Starter pada Kendaraan
2.1.2 Prinsip Kerja Sistem Starter
Prinsip kerja motor starter adalah mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik dalam bentuk gerak putar. Proses ini dimulai ketika arus listrik
mengalir melalui konduktor yang berada di antara kutub magnet.
5

